Close

20 Juni 2019

Kena Alergi Rumput Viktor Axelsen Terpaksa Absen Dari European Games 2019

Viktor Axelsen

Peluang Menag – Pebulu tangkis putra Denmark Viktor Axelsen sedang apes. Terpaksa harus mundur dari perhelatan European Games 2019 lantaran kondisi kesehatannya terganggu. Dilansir dari laman resmi BWF, Axelsen diketahui sedang dirawat di rumah sakit lantaran terkena alergi rumput. Juara dunia 2017 itu sendiri sudah dua pekan melakukan perawatan di Rumah Sakit Bispebjerg di Copenhagen, Denmark. Padahal European Games 2019 akan berlangsung pada 21 Juni besok.

Untuk diketahui, alergi rumput atau grass pollen allergy adalah kondisi gangguan kekebalan pada tubuh manusia yang disebabkan oleh serbuk sari. Yang dilepaskan oleh rumput atau jenis tanaman lainnya. Layaknya alergi debu, orang yang punya alergi rumput bisa mengalami hal-hal yang sangat mengganggu seperti hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, mata bengkak, tenggorokan gatal, dan sebagainya. Pada kasus Axelsen, dilaporkan bahwa alergi tersebut membuat penyakit asmanya kambuh cukup parah. Axelsen pun mengaku sedih dengan hal ini.

“Saya betul-betul frustrasi. Padahal ini adalah momen yang sudah saya tunggu karena event ini termasuk dalam pengumpulan poin untuk kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Hingga hari ini, saya bahkan belum satu kalipun latihan,” ujar Axelsen. Alhasil, Axelsen tidak bisa berbuat apa-apa kecuali legawa. “Saya berharap kawan-kawan tim saya bisa bermain dengan baik dan meraih gelar di sana,” katanya.

Viktor Axelsen

Banyak Pemain Cedera Viktor Axelsen Sindir BWF

Pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen kembali menyentil Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kali ini, The Great Dane menyindir soal banyaknya pemain yang cedera akibat rentetan turnamen BWF yang harus mereka ikuti. Awal tahun lalu, Axelsen sempat mengatakan bahwa banyaknya turnamen yang harus diikuti pada akhirnya hanya akan membuat para atlet kelelahan dan tidak bisa tampil dengan maksimal. Lebih dari itu, kans para atlet dihajar cedera juga akan semakin besar.

Omongan Axelsen pun terbukti. Mulai pertengahan 2018 hingga awal 2019 para pemain mulai berjatuhan. Tahun ini, setidaknya ada tiga pemain top yang harus menjalani perawatan lantaran terkena cedera yang cukup parah.  Kejadian ini tentunya sangat merugikan bagi para pemain tersebut. Pasalnya, tahun ini adalah tahun di mana para atlet harus berlomba-lomba mengumpulkan poin untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Menyoroti fakta tersebut, Axelsen tidak bisa menahan rasa gusarnya. Ia pun menyindir BWF lewat kicauan di akun Twitter-nya.“Semakin banyak yang terkena cedera. Semoga kami tidak terus menerus dipaksa untuk main di turnamen yang lebih banyak ke depannya,” ujar Axelsen.

Axelsen memang merupakan salah satu pemain yang sering angkat bicara terkait kebijakan-kebijakan BWF yang dianggap bisa merugikan pemain, termasuk kewajiban mengikuti 12 turnamen dalam setahun untuk para pemain top dunia yang mulai diberlakukan sejak BWF World Tour 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *