Close

19 Juni 2019

Praveen Dan Melati Di Australian Open 2019 Bungkam Wakil Jepang

Praveen Dan Melati Australian Open 2019

Peluang Menang – Pasangan ganda campuran Praveen Dan Melati Australian Open 2019, berhasil menggenggam tiket pucuk Australian Open 2019. Kepastian tersebut didapat setelah duet Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memenangi laga semifinal anti wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di Quaycentre, Sydney, AustraliA.

Dalam pertandingan itu, Praveen/Melati mengatasi permainan Watanabe/Higashino dengan skor 21-13, 12-21, 21-17, dalam tempo 59 menit. Dengan demikian, Indonesia untuk sementara sudah punya satu wakil pada kesimpulan Australian Open 2019. Skuat Merah Putih masih mampu menambah wakil bahkan menciptakan all Indonesian final di dalam nomor tunggal putra dengan perantara Anthony Sinisuka Ginting & Jonatan Christie.

Praveen Dan Melati Australian Open 2019

Jalannya Pertandingan Praveen Dan Melati Australian Open 2019

Praveen Dan Melati Australian Open 2019. Pada gim kesatu, gaya Praveen Melati cukup menjanjikan. Walaupun sempat saling kejar mengikuti poin, Praveen/Melati tampil lebih baik dan memimpin 6-5. Praveen/Melati terus memegang kekangan permainan dan tak merelakan pasangan Jepang berkembang. Praveen/Melati pun unggul cukup rumpang dengan skor 9-5. Paksa tersebut terus dipertahankan Praveen/Melati hingga mereka kian menempel menuju game point dengan unggul 19-12. Sebaliknya, pasangan Jepang juga kerap berbuat kesalahan sendiri, bahkan tersebut dua kali melakukan ladenan error.

Gim Kesatu Kendati Beroperasi Dikantongi Praveen/Melati Beserta Margin 8 poin.

Pada awal gim kedua, pasangan Jepang lebih sering menyodorkan Praveen/Melati untuk melakukan tubruk drive. raveen/Melati pun tertinggal pas cepat 0-4, provisional sematan Jepang mulai jadi irama permainan dan berhasil memimpin 10-5. Paveen/Melati berwarung menebas jarak dengan memikat 3 poin beruntun & menghasilkan skor berubah 8-10. Akan tetapi, dominasi pasangan langsung belanjut pada paruh kedua, tersebut terus memimpin terlintas Praveen/Melati semakin tertinggal 10-20. Meski sempat membuka asa sebagai 12-20, Praveen/Melati walhasil tidak berhasil memenangi gim kedua.

Memasuki gim ketiga yang jadi penentuan, Praveen/Melati pernah memimpin 3-0 atas Watanabe/Higashino. Tapi, sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan membuat mereka mengenyal tertinggal 3-5. Ke-2 pasangan terlihat tak ingin menyerah dengan mudah hingga uang buta skor menunjukkan 11-10 untuk Praveen/Melati. Memasuki poin kritis pada gim penentuan, Praveen/Melati tampil kian utus & membuat pasangan Jepang berada dalam kondisi tertekan.

Praveen/Melati pun akhirnya berhasil memenangkan gim ketiga secara pemisah 4 poin. Kemenangan pada semifinal turnamen BWF World Tour Super 300 ini memperpanjang tren eksplisit Praveen/Melati atas Watanabe/Higashino sebagai 2-0. Pada laga tertinggi Australian Open 2019, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti benih mengikuti pemenang duel Wang Yilyu/Huang Dongping (China) anti Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *